Korporasi
Seiring perkembangan teknologi digital, pada 2019 PERURI yang memiliki kompetensi utama sebagai penjamin keaslian memperluas bisnisnya dari security printing ke security digital.


Manajemen Risiko
Manajemen risiko di PERURI dimulai sejak 2013 dengan pembentukan Divisi PPMR di bawah Direktur Utama. Seiring perkembangan organisasi, fungsi manajemen risiko berubah, hingga 2021, menjadi bagian Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Implementasi sistem manajemen risiko di PERURI sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN No.1 Tahun 2011
Sebagai wujud komitmen Direksi atas pelaksanaan manajemen risiko, PERURI telah menyusun kebijakan manajemen risiko yang tertuang dalam Corporate Policy Manual (CPM) dan Risk Management and Compliance Manual (RMCM) yang disahkan pada tahun 2017 serta telah dimutakhirkan pada tahun 2021. Kebijakan ini diterapkan pada semua tingkatan, termasuk semua fungsi, satuan kerja, dan divisi yang bertanggung jawab terhadap rencana manajemen risiko. Kebijakan manajemen risiko di PERURI mengacu pada Pedoman Manajemen Risiko ISO 31000:2018.
3 Tipe Risiko Yang Dihadapi PERURI


Risiko Strategis
Dengan pengalaman dalam menjaga integritas uang Republik Indonesia, PERURI juga mencetak dokumen berharga seperti sertifikat tanah, paspor, pita cukai, materai, dan ijazah sesuai mandat PP 06 Tahun 2019.


Risiko Keuangan
Risiko-risiko yang disebabkan oleh hal-hal yang terkait dengan finansial/keuangan. Risiko utama dari kategori risiko keuangan adalah: fluktuasi valas, perubahan suku bunga, likuiditas, efektivitas dan efisiensi biaya, dan fixed asset management.


Risiko Operasional
Risiko-risiko yang disebabkan oleh adanya kegagalan operasi yang sangat tidak diharapkan dan biasanya terjadi pada kegiatan operasional sehari-hari. Risiko utama dari kategori risiko operasional adalah: teknologi informasi, sumber daya manusia, dan disrupsi bisnis & produksi.
Upaya Pengelolaan Risiko dalam Bisnis
Penerapan Proses Manajemen Risiko
Upaya Pengelolaan Risiko dalam Bisnis
PERURI mengintegrasikan manajemen risiko ke seluruh proses bisnis sesuai prinsip ISO 31000, menjadikan risk management sebagai bagian integral organisasi untuk memastikan kesadaran dan budaya risiko.

Pertahanan Tiga Lapis
Standar Tata Perilaku Karyawan dibuat agar setiap karyawan mendapat dukungan iklim kerja yang kondusif sehingga mampu berperan aktif terhadap peningkatan produktivitas.
Sistem Informasi/Aplikasi Manajemen Risiko
Sebagai perusahaan Obvitnas, PERURI membutuhkan keamanan yang ketat untuk memproteksi diri dari ancaman, baik dari luar maupun dalam.
Aplikasi Risk Control Self Assessment (RCSA)
digunakan oleh seluruh risk owner untuk melakukan proses manajemen risiko mulai dari penyusunan konteks, kriteria, risk assessment, hingga monitoring risiko.
Aplikasi Penilaian Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Si-Paling-Baik)
digunakan untuk melakukan penilaian (assessment) Good Corporate Governance dan Risk Management Maturity Level (Index), baik oleh asesor internal maupun eksternal.

