S I A R A N P E R S
Nomor: 22/PR-PERURI/VI/2026
PERURI Perkuat Sinergi BUMN melalui Program Blue Impact di Lampung Selatan
Lampung Selatan – Upaya menjaga keberlanjutan kawasan pesisir membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Berangkat dari semangat tersebut, PERURI bersama enam BUMN lainnya berpartisipasi dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Blue Impact yang digelar di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (12/6).
Program Blue Impact merupakan kolaborasi antara tujuh Badan Usaha Milik Negara, yaitu PERURI, PNM, Adhi Karya, Brantas Abipraya, Nindya Karya, Waskita, dan WIKA. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata BUMN dalam menghadirkan kontribusi yang tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup warga pesisir.

Melalui program ini, PERURI turut memperkuat peran BUMN dalam mendukung agenda keberlanjutan, khususnya pada kawasan pesisir yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi bagi masyarakat. Blue Impact mengusung tiga agenda utama, yaitu konservasi terumbu karang, literasi keuangan, serta pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Ketiga agenda tersebut dirancang sebagai satu kesatuan program yang merepresentasikan kepedulian terhadap lingkungan, penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, dan dukungan terhadap kesehatan warga. Dengan pendekatan ini, Blue Impact diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar Pantai Minang Rua.

Head of Corporate Secretary PERURI, Adi Sunardi, menyampaikan bahwa kolaborasi antar-BUMN menjadi kunci dalam menghadirkan program TJSL yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berdampak langsung bagi lingkungan.
“Melalui program Blue Impact, PERURI turut hadir dalam upaya bersama menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagi kami, sinergi antar-BUMN seperti ini menjadi bentuk nyata bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan perlu dijalankan secara kolaboratif, terarah, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Adi.
Pantai Minang Rua dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata pesisir dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Lampung Selatan. Keberadaan ekosistem laut yang sehat menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik pariwisata, mendukung keseimbangan lingkungan, serta menopang aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari agenda lingkungan, kegiatan konservasi terumbu karang dilakukan untuk mendukung pemulihan dan perlindungan ekosistem laut. Upaya ini menjadi penting mengingat terumbu karang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, melindungi keanekaragaman hayati, serta mendukung keberlanjutan potensi wisata bahari.
Selain kegiatan konservasi, Blue Impact juga menghadirkan edukasi literasi keuangan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat pesisir diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan usaha, terutama dalam mendukung potensi ekonomi lokal berbasis pariwisata, perikanan, dan usaha masyarakat.

Program ini juga dilengkapi dengan layanan cek kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat. Melalui layanan tersebut, warga mendapatkan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan secara langsung sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Kolaborasi PERURI bersama enam BUMN lainnya turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Sinergi ini sejalan dengan semangat pengembangan kawasan pesisir yang hijau, lestari, dan berdaya saing, sekaligus mendukung penguatan potensi desa wisata di wilayah tersebut.
-000-
Dikeluarkan oleh: Biro Corporate Communication & TJSL
Contact Person(s):
Adi Sunardi, Head of Corporate Secretary (021-7395000 ext 1120)
Evan Septantyo, Kepala Biro Corporate Communication & TJSL (021-7395000 ext 1132)


.webp&w=3840&q=75)
.jpeg&w=3840&q=75)