Uang Rupiah Kertas

Bagi Peruri, kepuasan pelanggan merupakan salah satu hal yang mutlak dan indikator keberhasilan perusahaan. Untuk itu Peruri selalui mengembangkan tingkat pengamanan yang melekat pada setiap produk, mulai dari kertas, desain, tinta bahkan teknik cetak uang. Masyarakat umum biasanya hanya mengenal fitur pengamanan yang kasat mata, padahal banyak fitur pengamanan tidak kasat mata yang hanya bisa dilihat dengan alat bantu maupun penelitian laboratorium forensik.

Uang Kertas Pecahan Rp 100.000

Uang pecahan Rp 100.000 memiliki desain gambar utama tokoh Proklamasi Indonesia Dr. (H.C.) Ir. Soekarno and Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta. Pada bagian belakang terdapat gambar Tari Topeng Betawi, pemandangan alam Raja Ampat dan Bunga Anggrek​ Bulan dengan dominasi warna merah. Dalam pencetakan pecahan ini menggunakan teknik cetak intaglio dimana hasil cetakannya akan memunculkan elemen halus sampai tebal yang memberikan kesan kasar apabila diraba. Pecahan ini memiliki unsur pengamanan yang paling tinggi dibanding pecahan lainnya.

Keterangan Ketentuan
Tahun Emisi 2016
Ukuran 151 mm x 65 mm

Uang Kertas Pecahan Rp 50.000

Uang kertas pecahan Rp 50.000 memiliki dominasi warna biru dengan gambar utama bagian depan adalah tokoh Pahlawan Nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja. Pada bagian belakang uang terdapat gambar Tari Legong, pemandangan alam Taman Nasional Komodo dan Bunga Jepun Bali​. Uang kertas ini memiliki beberapa fitur pengaman, yaitu : Gambar perisai yang didalamnya berisi logo Bank Indonesia yang akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang berbeda, gambar tersembunyi multiwarna (Multicolour latent Image), gambar tersembunyi (Latent image) berupa tulisan BI, kode tuna netra (Blind code), ​​​​tanda Air (Watermark) berupa gambar pahlawan dan gambar saling isi (Rectoverso) dari logo BI yang dapat dilihat secara utuh apabila diterawangkan ke arah cahaya.

Keterangan Ketentuan
Tahun Emisi 2016
Ukuran 149 mm x 65 mm​

Uang Kertas Pecahan Rp 20.000

Uang kertas pecahan Rp 20.000 memiliki dominasi warna hijau dengan gambar utama tokoh Pahlawan Nasional Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau Sam Ratulangi sedangkan pada bagian belakang bergambar Tari Gong berasal dari suku Dayak di Kalimantan, pemandangan alam Derawan dan Bunga Anggrek Hitam​. Uang kertas ini memiliki beberapa fitur pengaman, yaitu : Gambar perisai yang didalamnya berisi logo Bank Indonesia yang akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang berbeda, gambar tersembunyi multiwarna (Multicolour latent image), gambar tersembunyi (Latent image) berupa tulisan BI, kode tuna netra (Blind code), ​​​​Tanda Air (Watermark) berupa gambar pahlawan dan gambar saling isi (Rectoverso) dari logo BI yang dapat dilihat secara utuh apabila diterawangkan ke arah cahaya.

Keterangan Ketentuan
Tahun Emisi 2016
Ukuran 147 mm x 65 mm

Uang Kertas Pecahan Rp 10.000

Uang Kertas Pecahan Rp 10.000 memiliki dominasi warna ungu dengan desain gambar utama tokoh Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sedangkan pada bagian belakang terdapat gambar Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan, pemandangan alam Taman Nasional Wakatobi dan Bunga Cempaka Hutan Kasar​. Unsur pengaman yang terdapat pada uang pecahan ini yaitu gambar tersembunyi multiwarna (Multicolour latent image) yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu, gambar tersembunyi (Latent image) berupa tulisan BI, ​kode tuna netra (Blind code), ​​​​Tanda Air (Watermark) berupa gambar pahlawan dan ​​gambar saling isi (Rectoverso) dari logo BI yang dapat dilihat secara utuh apabila diterawangkan ke arah cahaya.

Keterangan Ketentuan
Tahun Emisi 2016
Ukuran 145 mm x 65 mm

Uang Kertas Pecahan Rp 5.000

Uang kertas pecahan Rp 5.000 yang memiliki dominasi warna cokelat dengan gambar utama tokoh Pahlawan Nasional Dr. K.H. Idham Chalid sedangkan pada bagian belakang terdapat gambar Tari Gambyong yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah, pemandangan alam Gunung Bromo dan Bunga Sedap Malam. ​Unsur pengamanan yang terdapat pada pecahan ini yaitu: tanda air bergambar Tjut Meutia yang akan terlihat apabila diterawang, benang pengaman, gambar tersembunyi (Latent image) berupa tulisan BI, ​Kode Tuna Netra (Blind code), ​​gambar saling isi (Rectoverso) dan visible ink yang akan memendar dengan bantuan alat.

Keterangan Ketentuan
Tahun Emisi 2016
Ukuran 143 mm x 65 mm

Uang Kertas Pecahan Rp 2.000

Uang kertas pecahan Rp 2.000 memiliki gambar utama tokoh Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin dengan bagian belakang Tari Piring yang berasal dari Sumatera Barat, pemandangan alam Ngarai Sianok dan Bunga Jeumpa.​ Dengan dominasi warna abu-abu, uang pecahan ini memiliki beberapa unsur pengamanan berupa tanda air (Watermark) bergambar Pahlawan Nasional, benang pengaman, gambar tersembunyi (Latent image) berupa tulisan BI, ​kode tuna netra (Blind code), ​​gambar saling isi (Rectoverso) dan visible ink yang akan memendar dengan bantuan alat.

Keterangan Ketentuan
Tahun Emisi 2016
Ukuran 141 mm x 65 mm

Uang Kertas Pecahan Rp 1.000

Uang kertas pecahan Rp 1.000 memiliki gambar utama tokoh Pahlawan Nasional Tjut Meutia dengan bagian belakang Tari Tifa dari Papua, pemandangan alam Banda Neira dan Bunga Anggrek Larat​ yang didominasi oleh warna hijau. Uang pecahan ini memiliki beberapa unsur pengamanan berupa tanda air (Watermark) bergambar Pahlawan Nasional, benang pengaman, gambar tersembunyi (Latent image) berupa tulisan BI, ​kode tuna netra (Blind code), ​​gambar saling isi (Rectoverso), dan visible ink yang akan memendar dengan bantuan alat.

Keterangan Ketentuan
Tahun Emisi 2016
Ukuran 141 mm x 65 mm